Sabtu, 18 Januari 2014

Sudah Sempurna


Oleh Adreaningsih Rustandi

“Berdiri tegak, dagu terangkat, pandangan mata ke depan dan tersenyum. Sempurna!” demikian dia bergumam. Bahkan setiap kali, sebelum hendak membuka sebuah pintu besar sebuah ruangan yang disebutnya sebagai kelas. Rena, gadis periang yang sempurna itu, kembali mengatakan kalimatnya di dalam hati. Dan ketika pintu itu terbuka, semua mata tertuju padanya.
“Hai Ren… Pagi!”
“Ren, sini gabung.”
“Kok baru berangkat? Kita dari tadi nunggu kamu.”
Ya! Dia memang hebat. Pintar, cantik, kaya, punya banyak teman dan hal-hal lain yang membuatnya istimewa. Tapi sebenarnya, dia bukan seperti yang orang lain pikirkan. Bahkan gadis itu membenci apapun tentang dirinya sendiri.
Rena hanya tersenyum dan berjalan menuju arah suara-suara itu datang. “Maaf, bisnya lama.” jawabnya sambil menepuk kedua tangannya di depan wajahnya, diiringi ekspresi menyesal yang mendalam.